Rumah Hantu The Amityville

Anda pernah nonton film horror Amityville House? Tahukah Film yang diangkat dari novel horror karangan George dan Kathy Lutz, begitu menyeramkan ketika ditayangkan di layar lebar. Tapi tahukah anda kalau sebenarnya semua kejadian horror itu adalah kisah nyata. George dan Kathy menulisnya dalam novel berdasarkan kejadian sebenarnya yang kemudian diangkat ke layar lebar. Orang percaya bahwa penulis sebenarnya adalah orang yang mengalami kejadian tersebut.
Kisah rumah berhantu itu terungkap tahun 1975 ketika pasangan suami istri pindah ke sebuah rumah di Amityville, New York. Pasangan baru pindah ini tidak tahu kalau rumah itu pada 13 tahun sebelumnya pernah terjadi pembantaian mengerikan. Putra pemilik rumah telah menembak mati semua keluarganya yang berjumlah enam orang. Saat ditangkap, dia mengaku, membunuh karena suruhan suara yang mendengung di kepalanya.
Tapi anehnya, keenam korban di temukan tertelungkup di tempat tidur mereka. Mereka tampak tidur tenang, tidak ada tanda kalau mereka sebelumnya minum obat penenang. Ini memang menjadi misteri yang aneh. Sementara pelaku Ronald DeFeo dijebloskan ke penjara di New York dan mendekam di sana sampai mati.
Kembali ke soal keluarga baru pindah ke rumah horror itu. Selama 28 hari di sana, banyak kejadian misterius dan mengerikan dialami pasangan ini. Bukan hanya soal bau busuk yg tiba-tiba datang, atau suara gedebak-gedebuk yang bising, tapi juga serangan fisik yang tidak diketahui siapa pelakunya. Malah salah satu anggota keluarga melihat penampakan sosok menyeramkan dengan mata merah berpijar. Kathy menemukan sebuah ruang kecil, anjing tidak mau mendekat ke sana. Ada apakah?
Kejadian aneh tahun 2010
kali ini adalah mengenai ular piton sepanjang 7 meeter yang menelan anak sekolah pelajar SMP PGRI, M Zakaria (13). Kejadian ini terjadi pada saat ia sedang mandi dengan tiga temannya saat baru pulang sekolah di Sungai Tembung, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Ular piton tersebut diperkirakan masih bersembunyi di terowongan air pembuangan limbah. Salah satu saksi, Darmin Nasution (60) mengatakan bahwa baru kali ini dirinya melihat seekor ular piton sepanjang 7 meter memangsa pelajar SMP.
Menurut Nasution, ular tersebut dalam keadaan lapar dan membanting-banting korban di dalam sungai hingga korban tewas setelah melilit korban yang berusaha melarikan diri.
Tiga teman Zakaria yang berhasil keluar dari sungai lantas berusaha minta tolong. Selanjutnya, masyarakat menusuk bagian kepala dan badan ular dengan bambu runcing agar korbandilepaskan. Walau ular telah melepaskan korban, namun kondisi korban sudah dalam keadaan yang mengenaskan, remuk dan tidak bernyawa.
Ular yang telah melepaskan korban lantas kabur dan menghilang masuk ke terowongan tempat persembunyiannya. Warga pun tidak tinggal diam dan meminta bantuan pawang ular. Akhirnya pada hari Jumat, 19 Maret pukul 19.30 WIB, pawang dengan dibantu masyarakat berhasil menangkap ular tersebut dengan tali yang diberi umpan seekor ayam.
Namun sayang, karena menurut pawang ular, ular yang berhasil ditangkap bukan ular yang memangsa pelajar SMP, tapi ada dua ekor lagi ular besar yang masih hidup di Sungai Tembung itu
Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.
Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki2 pacarnya sangat marah kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika.
(Source: Ripley's Believe It or Not!)